---
title: "66 pertanyaan untuk sahabat pena (yang bikin suratmu beneran dibalas)"
description: "Penpal bukan formulir yang tinggal diisi. Pertanyaan yang bisa memulai surat-menyurat sungguhan dengan sahabat pena itu kecil, spesifik, dan agak curang. Cara menanyakannya pun ada triknya."
url: https://kindredly.io/id/guides/questions-to-ask-a-penpal
language: id
updated: 2026-09-22
---

# 66 pertanyaan untuk sahabat pena (yang bikin suratmu beneran dibalas)

*Pertanyaan yang bagus itu kecil, spesifik, dan agak curang. Ini dia daftarnya, disusun dari yang baru kenal sampai yang sudah akrab.*

2026-09-22 · 8 menit baca

Ada satu jenis pertanyaan yang bisa mematikan surat-menyurat, dan justru itu pertanyaan yang sopan. *Hobinya apa? Kerjanya apa? Asli mana?* Sahabat penamu sudah menjawab semua itu di setiap formulir yang pernah ia isi. Ia akan menjawabnya lagi, rapi dan patuh, dalam surat yang rasanya seperti formulir. Setelah itu, kalian berdua sama-sama bingung harus menulis apa lagi.

Pertanyaan yang membuat surat dibalas itu lain. Kecil, spesifik, dan agak curang: pertanyaan seperti itu meminta si penerima merangkai kata untuk hal yang belum pernah perlu ia jelaskan. Itu saja triknya. Pertanyaan yang bisa dijawab di luar kepala hanya menghasilkan jawaban hafalan. Pertanyaan yang harus *dipikirkan dulu* memperlihatkan siapa dia sebenarnya.

Di bawah ini ada enam puluh enam pertanyaan seperti itu, disusun menurut seberapa jauh kalian sudah saling kenal. Jangan kirim semuanya sekaligus seperti daftar. Kirim satu saja.

## Sebelum bertanya apa pun: aturan satu pertanyaan

Taruh satu pertanyaan di akhir suratmu, di bawah semua yang sudah kamu tulis. Satu saja. Kalau kamu bertanya empat hal, sahabat penamu akan menjawab yang paling mudah, lalu merasa agak bersalah soal tiga sisanya. Kalau kamu bertanya satu, ia akan menjawabnya sungguh-sungguh, dan jawabannya akan memberimu bahan untuk surat berikutnya.

Omong-omong, begitulah surat di [Kindredly](https://kindredly.io/id) dirancang: kamu bisa menambahkan pertanyaan di bawah suratmu, di baris tersendiri, supaya yang membaca tahu persis harus mulai membalas dari mana. Mekanismenya kecil, tapi pengaruhnya besar sekali pada seberapa sering surat dibalas.

## Untuk surat pertama (kalian belum tahu apa-apa soal satu sama lain)

Aman ditanyakan ke orang asing, dan mustahil dijawab hanya dengan “ya gitu deh”.

1. Barang apa yang terakhir kali kamu perbaiki pakai tanganmu sendiri?
2. Tadi pagi, jalan depan rumahmu bau apa?
3. Barang kecil apa yang suka kamu beli tapi nggak pernah kamu ceritakan ke siapa pun?
4. Sebenarnya kamu tidur jam berapa, dan ngakunya jam berapa?
5. Gelas mana yang paling sering dipakai di rumahmu, dan kenapa harus yang itu?
6. Keahlian aneh apa yang kamu punya tapi belum pernah sekali pun kepakai?
7. Apa yang terakhir kali bikin kamu ketawa sendirian di kamar?
8. Suara apa dari rumah masa kecilmu yang bakal langsung kamu kenali di mana pun?
9. Kamu makan apa kalau lagi nggak ada yang lihat?
10. Kata apa di bahasamu yang menurutmu nggak ada di bahasa lain?
11. Waktu umur sembilan tahun, kamu pengen jadi apa, dan apa kabar cita-cita itu sekarang?
12. Apa yang kelihatan dari tempatmu duduk sekarang? Yang asli, bukan versi estetiknya.

## Untuk surat kedua atau ketiga (kamu sudah mulai bisa membayangkan orangnya)

13. Kamu sempat cerita soal nenekmu. Dapurnya kayak apa?
14. Soal apa kamu terus-terusan berdebat sama dirimu sendiri?
15. Kamu udah hampir siap berhenti melakukan apa?
16. Siapa yang mengajarimu hal yang paling kamu kuasai? Dia sadar nggak, waktu itu dia lagi mengajarimu?
17. Kalau harinya lagi berat, kamu ngapain? Rutinitas yang beneran kamu jalani, bukan tips-tipsnya.
18. Tempat mana yang belum pernah kamu datangi tapi udah kamu rindukan?
19. Apa yang kamu yakini waktu umur dua puluh, dan sekarang bikin kamu malu?
20. Pujian apa dari bertahun-tahun lalu yang sampai sekarang masih kamu pikirkan?
21. Apa yang lagi kamu tunda-tunda, dan sebenarnya, dengan menundanya, kamu lagi berlindung dari apa?
22. Apa yang kamu banggakan, tapi belum pernah ada yang ngucapin selamat?
23. Kalau aku main ke kotamu cuma satu sore, ke mana kamu ogah ngajak aku?
24. Minggu ini, chat apa yang hampir kamu kirim ke seseorang tapi nggak jadi?

## Kalau semuanya lancar (kamu menanti-nanti suratnya)

25. Soal apa terakhir kali kamu berubah pikiran?
26. Di lima menit pertama, orang biasanya salah sangka apa tentang kamu?
27. Kapan terakhir kali kamu nangis, dan itu termasuk nangis yang baik atau bukan?
28. Apa yang bakal kamu lakukan kalau yakin nggak akan ada yang tahu? Yang nggak merugikan siapa-siapa, ya.
29. Tulisan tanganmu kayak apa kalau lagi marah?
30. Siapa yang kamu kangenin, padahal nggak boleh?
31. Cerita apa tentang kamu yang suka diulang-ulang keluargamu, padahal nggak sepenuhnya benar?
32. Dirimu yang umur enam belas tahun nggak bakal memaafkanmu soal apa?
33. Apa yang belum pernah kamu ucapkan, tapi pernah kamu tuliskan?
34. Kalau lagi gugup, tanganmu ngapain?
35. Apa hal paling sepele yang pernah merusak harimu?
36. Apa hal paling sepele yang pernah menyelamatkan harimu?

## Yang benar-benar curang (tanyakan dengan hati-hati, dan baru setelah dia menanyakan sesuatu yang berat kepadamu)

37. Soal apa kamu lagi pura-pura baik-baik aja?
38. Pertanyaan apa yang kamu harap nggak pernah aku tanyakan?
39. Apa yang kamu warisi tapi sebenarnya nggak kamu mau?
40. Kapan terakhir kali kamu jujur sepenuhnya ke seseorang, dan itu membantu nggak?
41. Kamu takut pelan-pelan berubah jadi apa?
42. Kalau cuma boleh satu baris, apa yang bakal kamu tulis untuk dirimu sepuluh tahun lagi?

## Pertanyaan soal menulis (sahabat pena paling suka yang begini)

43. Kamu nulis surat sekali duduk, atau dicicil berhari-hari?
44. Surat yang kamu terima kamu simpan di mana? Di kotak, di laci, atau di folder HP?
45. Pernah nulis surat yang nggak pernah kamu kirim? Kira-kira isinya soal apa?
46. Mana yang lebih kamu percaya: yang kamu ucapkan atau yang kamu tulis?
47. Kalimat apa yang pernah ditulis seseorang untukmu dan masih kamu simpan?
48. Kamu baca ulang suratmu sendiri sebelum dikirim, atau nggak kuat bacanya?

## Yang ringan-ringan, untuk minggu yang melelahkan

49. Lagu apa yang lagi sering kamu putar di jalan pulang?
50. Apa isi kulkasmu yang paling juara?
51. Kamu punya pendapat apa soal roti?
52. Kursi mana yang jadi kursi andalan di rumahmu?
53. Apa yang terakhir kali kamu googling jam 2 pagi?
54. Film apa yang udah kamu tonton lebih dari lima kali, dan adegan mana yang selalu kamu tunggu?
55. Kalau bisa disimpan di dalam botol, aroma apa yang kamu pilih?
56. Tim kucing, tim anjing, atau tim yang ketiga?
57. Cuacamu hari ini gimana? Jawab dalam satu kalimat yang bukan soal cuaca.
58. Foto terakhir yang kamu ambil, yang bukan hasil motret layar, itu foto apa?
59. Kalau aku tiba-tiba datang tanpa kabar, kamu bakal masakin aku apa?
60. Barang apa yang selalu kamu punya kebanyakan?

## Untuk surat kelima (saatnya memutuskan: ini pertemanan atau bukan)

Di Kindredly, setelah masing-masing menulis lima surat, dua orang bisa memilih untuk bertukar nama. Di mana pun kamu menulis, ada momen seperti itu: saat surat-menyurat kalian berubah jadi sesuatu, atau diam-diam tidak jadi apa-apa. Pertanyaan di bawah ini untuk momen itu.

61. Apa tebakanmu tentang aku di surat pertama yang ternyata salah?
62. Kamu berharap ini nantinya jadi apa?
63. Apa yang udah kamu ceritakan ke aku tapi belum pernah kamu ceritakan ke orang yang ketemu kamu tiap hari?
64. Kalau suratku nggak pakai nama, kamu tetap bisa mengenalinya? Dari mana?
65. Ada kata-kataku yang masih kamu pikirkan sampai sekarang? Yang mana?
66. Kalau besok kita berhenti saling menulis, kamu mau isi surat terakhirnya apa?

## Yang sebaiknya dihindari

Bukan karena tidak sopan, tapi karena pertanyaan seperti ini membuat semuanya selesai di situ.

- **“Ceritain dong tentang dirimu.”** Ini bukan pertanyaan. Ini formulir.
- **“Tampangmu kayak gimana?”** Di platform yang memang layak dipakai untuk cari sahabat pena, tidak ada yang wajib menjawab pertanyaan ini, dan orang yang layak kamu surati tidak akan menjawabnya.
- **“Pindah ke WA aja, yuk?”** Hampir selalu jadi surat terakhir yang ia terima darimu.
- **“Kok belum dibalas?”** Surat memang lambat. Justru itu intinya. Lebih baik tulis satu surat lagi.
- **Apa pun yang ada jawaban benarnya.** Kuis itu bukan surat-menyurat.

## Satu hal terakhir soal bertanya

Pertanyaan yang bagus itu hadiah yang diselipi pesan kecil bertuliskan *aku menyimak*. Semua pertanyaan di atas hanya berhasil kalau lahir dari apa yang ditulis orang itu untukmu. Nomor 13 tidak ada gunanya kalau tidak pernah ada nenek di suratnya. Baca suratnya dua kali. Cari kalimat yang nyaris ia lewati begitu saja. Tanyakan yang itu.

Kalau kamu ingin orang asing menanyakan salah satunya kepadamu, [ada lima belas surat di meja hari ini](https://kindredly.io/look). Banyak di antaranya diakhiri dengan satu pertanyaan. Kamu bisa membacanya tanpa perlu akun.

---

Kindredly adalah aplikasi sahabat pena anonim yang mempertemukan orang asing lewat cara mereka menulis.

Kindredly · https://kindredly.io/id
