Apa itu penpal? Arti, sejarah, dan kenapa ramai lagi

Arti penpal dalam satu kalimat, sembilan puluh tahun sejarah berkirim surat dengan orang asing, dan apa yang berubah tiga tahun belakangan.

SEP 22 · 2026 · 7 menit baca#pengertian#sejarah#kesepian

Penpal adalah sahabat pena: teman yang kamu kenal lewat surat, dan biasanya hanya lewat surat. Kalian belum pernah bertemu. Bisa jadi tidak akan pernah. Yang kalian tahu tentang satu sama lain hanya apa yang sudah kalian tulis. Setelah beberapa bulan, itu bisa lebih banyak daripada yang diketahui kebanyakan orang tentang tetangganya sendiri.

Kata ini sudah cukup tua sampai punya dua ejaan (pen pal dan penpal), sepupu dari Inggris (pen friend), dan keluarga besar terjemahan yang dicari orang setiap hari: amigo por correspondencia, Brieffreund, correspondant, 笔友, ペンパル, 펜팔, dan tentu saja sahabat pena. Semua kata itu merujuk ke satu kesepakatan yang sama, yang kalau dipikir-pikir agak aneh: dua orang sengaja memilih saling mengenal pelan-pelan, lewat tulisan.

Asal-usulnya

Kegiatan sahabat pena yang terorganisasi lahir pada 1930-an. Student Letter Exchange mulai mempertemukan anak sekolah lintas negara pada 1936, dengan gagasan sederhana: anak yang punya teman di negara lain akan lebih sulit membenci negara itu kelak. Sepanjang Perang Dunia II dan Perang Dingin, program sahabat pena diam-diam ikut berdiplomasi. Lewat surat, orang biasa dari dua kubu yang berseberangan jadi tahu bahwa di pihak sana pun orang punya dapur dan PR.

Di era tujuh puluhan dan delapan puluhan, sahabat pena sudah jadi tradisi anak remaja. Alamatnya didapat dari halaman belakang majalah, dari klub (International Pen Friends, yang didirikan di Dublin pada 1967, sudah mempertemukan jutaan orang), atau dari program pertukaran sekolah. Suratnya ditulis di kertas pos udara biru yang tipis, karena ongkos kirimnya lebih murah. Dan menunggu justru bagian utamanya. Tiga minggu menanti balasan dari Jepang, dan balasannya memang sepadan dengan tiga minggu itu.

Seharusnya email sudah menamatkan riwayat sahabat pena, dan untuk sementara memang begitu. Untuk apa menunggu tiga minggu? Belakangan baru ketahuan: menunggu itulah intinya.

Penpal itu bukan…

Supaya jelas, ada gunanya juga menyebut apa yang bukan penpal, karena di internet artinya sudah melar.

  • Bukan chat. Chat itu obrolan yang berlangsung saat itu juga. Surat-menyurat itu dua orang yang masing-masing menulis sendirian, lalu membaca sendirian. Jedanya bukan gangguan pengiriman. Di jeda itulah orang berpikir.
  • Bukan kencan. Banyak sahabat pena akhirnya jadian, dan banyak situs “sahabat pena” sebenarnya cuma situs kencan yang ganti kostum. Tapi sahabat pena dalam arti sebenarnya adalah orang yang tidak sedang kamu nilai.
  • Bukan follower. Kamu tidak sedang mengumpulkan penonton, biarpun penontonnya hanya satu. Tidak ada yang sedang pencitraan. Seluruh daya tariknya ada di situ: privat, dan memang tidak bisa dibuat massal.
  • Bukan yang itu. Agak membingungkan memang, Penpal juga judul novel horor terkenal karya Dathan Auerbach. Makanya, hasil pencarian kata ini banyak diisi pembaca yang ketakutan. Itu lain cerita. Bukunya bagus sekali, omong-omong.

Kenapa ramai dicari lagi

Minat pencarian soal penpal terus naik selama tiga tahun terakhir, dan kata kuncinya cukup menjelaskan: yang dicari bukan klub sahabat pena atau majalah sahabat pena, melainkan cara mencari sahabat pena, pertanyaan untuk sahabat pena, aplikasi penpal. Orang tidak sedang bernostalgia. Mereka mencari sesuatu yang spesifik, sesuatu yang tidak bisa didapat dari aplikasi di HP mereka.

Sebagian karena kesepian, yang kini sudah terukur dan diakui resmi: Surgeon General Amerika Serikat menyebutnya epidemi pada 2023, dan separuh orang dewasa di kebanyakan negara kaya mengaku sering merasakannya. Tapi alasan yang lebih menarik: orang sedang capek, dan capeknya khas. Capek dilihat dulu sebelum dikenal. Capek karena wajah jadi hal pertama yang orang tahu tentang mereka. Capek dengan obrolan yang tak pernah selesai karena tak pernah ada pesan terakhir.

Sahabat pena membereskan persis tiga hal itu. Kamu dikenal sebelum dilihat. Kata-katamu jadi hal pertama yang orang tahu. Dan setiap surat ada titiknya.

Seperti apa sahabat pena di 2026

Versi modernnya mempertahankan bagian yang penting dan membuang yang tidak. Tak ada yang merindukan penantian pos udara tiga minggu itu sekadar karena menunggunya. Yang dirindukan adalah apa yang lahir dari penantian itu. Jadi ruang sahabat pena yang baru tetap menjaga bentuk surat: satu per satu, ditulis utuh, dibalas utuh. Pengirimannya sendiri boleh secepat apa pun.

Kindredly salah satunya, dan membawa gagasan ini lebih jauh daripada kebanyakan: tidak ada profil sama sekali. Kamu menulis beberapa baris, dan sejak itu suratmu berangkat ke orang asing yang tulisannya mirip tulisanmu — temponya sama, kebiasaannya sama, cara menutup kalimatnya pun sama. Setiap hari lima belas surat mendarat di mejamu, tanpa satu nama pun, dan surat mana pun yang kamu balas jadi surat-menyurat pribadi yang berjalan gantian, satu demi satu. Setelah masing-masing menulis lima surat, kalian boleh bertukar nama. Atau tetap jadi orang asing yang kebetulan saling kenal. Itu juga boleh.

Versi satu kalimat

Sahabat pena adalah orang yang mengenalmu dari apa yang kamu tulis untuknya, dan tetap mau membalas. Kalau kamu belum pernah punya, mejanya sudah buka. Surat yang ada di sana hari ini bisa kamu baca tanpa perlu akun.

Kindredly itu ruang kecil tempat orang asing saling berkirim surat: tanpa profil, tanpa wajah, dipertemukan lewat cara mereka menulis.

Mulai menulisLIHAT-LIHAT DULU ›

Bacaan lain di ruang ini